|
Selamat Datang, Register | Login
Home » PAUDNI » Merangsang Kecerdasan Anak Usia 0-6 Bulan

Merangsang Kecerdasan Anak Usia 0-6 Bulan

Rabu, 27 Maret 2013 10:44:48  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 3409
Merangsang Kecerdasan  Anak  Usia 0-6 Bulan

Perkembangan anak di tahun-tahun pertama kehidupannya sangat menakjubkan. Sejak lahir, anak sudah menjadi pemelajar yang aktif. Ia sudah memiliki rasa ingin tahu dan ingin memahami semua yang terjadi di lingkungan sekitarnya, Ketika ia sudah bisa bergerak (merangkak, berjalan, bahkan berlari), area jelajahnya semakin luas. Ia pun mulai memahami lingkungannya melalui hubungannya dengan anak lain. Di usia balita, rasa ingin tahu dan haus akan pengetahuan makin tak terbendung. Setiap hari sejak lahir anak terus mengembangkan pemahamannya.

Peran ibu dan ayah sangat dibutuhkan oleh ananda untuk mengembangkan seluruh kemampuannya itu. Kasih sayang, perhatian, dan perangsangan yang ibu-ayah berikan akan membuat ananda tumbuh dan berkembang dengan baik (optimal). Setiap hari ananda menghadapi tantangan baru, sehingga dibutuhkan dukungan dan perangsangan dari ibu-ayah untuk membantunya mengatasi setiap tantangan tersebut agar ia menjadi cerdas.

 

Usia 0- 3 Bulan; Meskipun kegiatan sehari-harinya adalah tidur dan menangis, anak sebenarnya sudah siap untuk mengenali lingkungannya. Ia akan menatap penuh rasa ingin tahu dan mencoba untuk memahami.

 

Luangkan waktu untuk bermain dan belajar kapan pun sempat.

Anak belajar ketika ia sedang bermain dengan ibu-ayah ataupun ketika ia sedang bermain sendiri. Pada rentang usia ini, anak masih sangat bergantung pada ibu-ayah untuk menciptakan permainannya. Ibu-ayah dapat mengajak ananda bercakap-cakap.

Beri kesempatan anak bermain sendiri.

Anak adalah pemelajar yang aktif. Meski usianya masih sangat muda, apa pun yang ibu-ayah lakukan dengannya akan sangat berarti baginya. Ia akan memahami dengan caranya sendiri. Ia tidak hanya berbaring secara pasif dan tidak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya. Berikan kesempatan pada anak untuk bermain sendiri dengan jari-jarinya atau sekadar mengamati lingkungan sekitarnya.

Biarkan anak mengulang-ulang permainan/mainan yang sama.

Anak senang memainkan permainan atau mainan yang sama berulang-ulang kali. Jangan khawatir ia akan bosan, karena setiap kali ia memainkannya, ia akan memerhatikan dan belajar dengan berbagai macam cara.

 

Usia 4-6 Bulan; Perubahan yang tampak pada usia ini adalah keinginan belajarnya yang lebih menantang. Hal ini ditunjang oleh kemampuan fisiknya yang main berkembang, seperti anak mampu tengkurap dan duduk. Anak juga mampu meraih dan menggenggam.

 

Biarkan anak bermain sambil duduk.

Meskipun anak juga memainkan mainan yang sama ketika ia berbaring, namun ia mendapatkan pengalaman berbeda di saat duduk. Berbagai posisi tubuh membantunya untuk menggunakan tangan dan kaki dengan berbagai cara.

Berikan mainan yang sesuai usianya.

Perhatikan usia yang tertera pada bungkus mainan. Tak ada gunanya memberikan mainan yang diperuntukkan anak lebih besar, karena anak usia ini juga tidak akan tahu apa yang harus dilakukan dengan mainan itu. Perhatikan juga keamanannya, apakah mainan itu mengandung benda-benda kecil yang mungkin dapat tertelan atau membahayakan ananda.(*) sumber: kemdikbud (diolah)

Baca "PAUDNI" Lainnya

Komentar Anda